Love Me Love You
Tampilkan postingan dengan label Paedagogi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paedagogi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2012

Evaluasi Kinerja MK. Paedagogi


Diam itu Emas, Tapi Bicara itu Berlian
Diam itu Bukan Indikasi Tidak Aktif, Melainkan Persiapan Senjata
Reza Yoga Pratama
Dalam waktu satu semester ini, sudah banyak yang saya dapat dari mata kuliah Paedagogi. Nah, kini saat nya memberikan evaluasi terhadap mata kuliah ini. Bagaimana mata kuliah itu sendiri, bagaimana kegiatannya, bahkan bagaimana dengan dosennya sendiri. Semua hal tersebut akan di bahas di dalam evaluasi ini.

Senin, 18 Juni 2012

Connecting Science and Art


Albert Einstein once wrote: The most beautiful thing we can experience is the mysterious. It is the source of all true art and all science. So the unknown, the mysterious, is where art and science meet.

Paedagogi Spiritualitas


Pedoman pemerintah saat ini tentang pendidikan spiritual, spiritualitas hadir dalam terminologi rasa kagum dan heran dalam menghadapi misteri eksistensi. Jack Priestley merupakan pemikiran arus utama dalam pendidikan seperti ketika ia mencatat bahwa kesadaran spiritual memanifestasikan dirinya pertama-tama dalam seluruh perasaan dan emosi yang mana hal itu harus diterjemahkan ke dalam pikiran jika ingin dibicarakan semuanya (1985, hal. 114). Sementara itu komitmen terhadap pentingnya kepekaan spiritual adalah kecenderungan untuk menyajikan pengalaman spiritual sebagai fenomena yang jauh lebih luas daripada pengalaman religius. Pendidikan spiritual telah menerima ‘perlunya untuk beralih ke model spiritualitas manusia yang lebih holistik, yang melihatnya sebagai sesuatu yang lebih besar daripada agama individu’ (Hay dan Nye, 1998, hal. 53). Ada sedikit keraguan bahwa kepentingan psikologis dalam pengalaman spiritual membawa bobot jauh lebih besar dari refleksi filosofis dan religius dalam memberikan petunjuk untuk kebijakan pendidikan dan praktik saat ini.

Constructivisme


Constructivisme merupakan landasan filosofis bagi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), dimana siswa/peserta didik merupakan subjek yang aktif dalam mengkontruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman melalui aksi dan refleksi (learning as an active process in which learners construct their own understanding and knowledge of the world through action and reflection. Constructivists argue that individuals generate rules and mental models as the result of their experiences with both other human subjects and their environments and in turn use these rules and models to make sense of new experiences). Untuk itu pembelajaran tidak bisa memandang bahwa peserta didik sebagai bejana yang harus diisi oleh guru/pendidik sebagaimana layaknya menabung di bank dan guru sebagai penabungnya untuk mengisi tabungan peserta didik yang masih kosong.
Untuk menjadikan peserta didik/siswa aktif dalam pemerolehan pengetahuan, maka diperlukan strategi dan metode yang menghadapkan siswa dengan masalah yang dialaminya melalui Problem posing education atau pendidikan hadap masalah dimana education as the process of transferring information

Paedagogi Kritis


Pedagogi kritis (critical pedagogy) merupakan pendekatan pembelajaran yang berupaya membantu murid mempertanyakan dan menantang dominasi serta keyakinan dan praktek-praktek yang mendominasi. Pedagogi kritis (critical pedagogy) dapat dimaknai sebagai pendidikan kritis yaitu pendidikan yang selalu mempertanyakan mengkritisi pendidikan itu sendiri dalam hal-hal fundamental tentang pendidikan baik dalam tataran filosofis, teori, sistem, kebijakan maupun implementasi implementasi.

Tastemoni Pedagogi

Perkuliahan Pedagogi 23 April 2012, hari ini tidak menimbulkan suasana hangat seperti perkuliahan biasa. Mungkin karena ada kesalah pahaman antara dua belah pihak. Tapi secara pribadi, saya rasa persentase kesalahan terbesar ada pada mahasiswa. Mengapa????

Paedagogik Transformatif


Pedagogik transformatif muncul untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai banyaknya asumsi tentang pendidikan. Di kalangan masyarakat menggema pertanyaan tentang pelaksanaan pendidikan anak-anak mereka, yaitu belajar yang baik itu di sekolah yang mana, guru yang baik itu guru yang bagaimana, memperlakukan anak di rumah itu harus bagaimana, dan seterusnya. Sebaliknya kalangan guru atau pendidik juga memendam beberapa pertanyaan yang tak kalah sulit menjawabnya, yaitu mengajar yang baik itu bagaimana, apakah saya merupakan guru yang baik, bagaimana memperlakukan anak yang tepat di sekolah, dan seterusnya.

Paedagogi Olah Raga

Pedagogi Olahraga (sport pedagogy) adalah sebuah disiplin ilmu keolahragaan yang berpotensi untuk mengintegrasikan subdisiplin ilmu keolahragaan lainnya untuk melandasi semua praktik dalam bidang keolahragaan yang mengandun maksud dan tujuan untuk mendidik.
Kajian ruang lingkup sport pedagogy istilah lazimnya dan disepakati di tingkat internasional memang tidak lepas dari pemahaman kita terhadap eksistensi ilmu keolahragaan (sport science). Dari perspektif sejarah, di Indonesia status dan pengakuan terhadap ilmu keolahragaan masih tergolong masih muda baik ditinjau dari tradisi dan paradiqma penelitian maupun produk riset yang dapat diandalkan untuk melandasi tataran praktis.
Selanjutnya diuraikan tentang pedagogi olahraga dari aspek perkembangannya, tetapi risalah ini lebih diarahkan pada pengenalan batang tubuh pedagogi olahraga itu sendiri yang dipahami sebagai medan penelitian, sekaligus pengembangan ilmu yang melandasi semua upaya yang mengandung intensi yang bersifat mendidik. Itulah sebabnya, pedagogi olahraga memiliki peluang pengembangan dan penerapannya, tidak hanya dalam lingkup penyelenggaraan Penjas dan OR di sekolah atau lembaga formal, tetapi juga diluar persekolahan seperti perkumpulan olahraga, terutama klub-klub pembinaan olahraga usia dini.
Kukuhnya landasan ilmiah bagi landasan bagi segenap upaya kependidikan dalam olahraga menuntun kearah efisiensi proses dan efektivitas pencapaian tujuan yang diharapkan. Hanya dengan landasan ilmiah yang kukuh baru akan terjamin prinsip akuntabilitas dalam pendidikan jasmani dan olahraga, dan atas dasar itu pula para pendidik di bidang olahraga dapat mempertanggungjawabkan upaya pembinaannya secara terbuka kemasyarakat.

Pedagogi Ideal-Spiritual

Pendidikan Karakter pertama sekali dicetuskan oleh seorang Pedagog Jerman F.W. Foerster (1869-19966). Dia mencetuskan bahwa ilmu paedagogi tidak hanya penyaluran pengetahuan kepada anak, melainkan juga sebuah sarana pembentukan karakter pada anak. Konsep dalam pendekatan ini adalah terletak pada dimensi etis-spiritual, yaitu karakter dibentuk berdasarkan etika dan spiritual seseorang. Sehingga sekarang ini, Pedagogi tersebut sering di sebut sebagai Pedagogi Ideal-Spiritual.

Paedagogi Praktis

Member : M. Fadhly ( 10-006)
                  Reza Yoga Pratama (10-027)
                  Rocky Sihite (10-124)

Paedagogi Praktis merupakan ilmu paedagogi yang diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan pada teori-teori Paedagogi. Paedagogi Praktis digunakan agar peserta didik dan pendidik bisa menerapkan dengan baik teori paedagogi, sehingga apa yang menjadi tujuan paedagogi bisa terlaksana. Bagaimana pengaplikasiaannya?
Dalam kehidupan sekarang, penerapan ilmu paedagogi sudah banyak diterapkan, tetapi masih belum sempurna. Banyak orang beranggapan bahwa ilmu itu sekedar menyampaikan isi otak pengajar kepada peserta didik, tanpa memperhatikan seni mengajar. Sehingga banyak orang merasa seni mengajar itu tidak penting dalam dunia pendidikan. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat perkembangan paedagogi. 
Faktanya banyak sekolah sekarang tidak menggunakan seni tersebut. Guru tidak peduli tentang cara komunikasi kepada siswa. Guru sekarang membiarkan anak didik bebas melakukan apa saja, sehingga guru-guru sekarang sekedar menjalankan kewajiban profesi tanpa ada makna mendidik di dalamnya. Kebalikannya, peserta didik juga tidak menerapkan paedagogi praktis. Contoh, berdasarkan pengalaman salah satu anggota kelompok, di sekolah SMA tempat dia menuntut ilmu, banyak anak yang memilih kabur dari sekolah daripada belajar. Hal ini menjadi bukti bahwa penerapan prinsip telah gagal dalam sekolah tersebut.
Kesimpulannya, pada dasarnya prisnsip paedagogi itu diciptakan baik adanya, hanya saja pengaplikasiaannya yang belum sempurna. Jadi, untuk menghilangkan hambatan itu, diperlukan landasan kuat yang akan mendukung perkembangan ilmu paedagogi tersebut.
Sumber : "Paedagogi, Andragogi, Heutagogi" >> Prof. Dr. Sudarwan Danim

Paedagogi Teoritis & Prinsip Paedagogi

Paedagogi pada dasarnya walaupun dikatakan seni dan mengajar anak, tidak selamanya fokus pada pendidikan, tapi fokus juga terhadap pembentukan generasi baru.Jadi dalam rangka mewujudnyatakan hal tersebut, maka dikembangkanlah Prinsip-prinsip Paedagogis.
Apa pengertian Prinsip Paedagogis?
Addine mengatakan bahwa prinsip paedagogis itu adalah "suatu kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis". Beberapa prisnsip yang dikembangkan adalah :
1.   Prinsip Paedagogi didasarkan pada dua aspek, yaitu kaitan antara kehidupan dan pekerjaan senagai kegiatan mendidik manusia.
2.  Paedagogi merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses.
3.    Proses Paedagogi menyangkut domain kognitif dan afektif yang tidak boleh berada dalam suasana yang kering.
4.      Masing-masing subsistem dan aktifitas berkaitan antara satu dengan yang lain
Jadi, kesimpulannya prinsip tersebut akan membangun generasi yang bisa beradaptasi dengan perkembangan pendidikan sekarang, bukan hanya bagi peserta didik, melainkan pada pendidik juga. Jadi pada saat prisnsip tersebut dijalankan sesuai hakekatnya, maka kemungkinan besar tujuan paedagogi akan bisa dicapai.
Sumber : "Paedagogi, Andragogi, Heutagogi" >> Prof. Dr. Sudarwan Danim

Education Network


Pendidikan pada sekarang ini sudah menjadi kebutuhan primer manusia, khususnya pada anak. Pendidikan akan menjadi kunci utama dalam penentuan masa depan seseorang. Alasannya sederhana, karena sekarang ini dunia cenderung mencari orang-orang yang memiliki pendidikan. Kemampuan otot saja sekarang bukan jaminan hidup ke depan. Nah, bagaimana cara memperoleh pendidikan tersebut? Apakah harus sekolah atau kuliah? Jawabannya tentu saja tidak.

     Pada perkuliahan Paedagogi, Fakultas Psikologi, Sumatera Utara, tepatnya pada saat pembelajaran online, telah dikenalkan salah satu media baru yang dapat menunjang pendidikan dari kalangan apa saja, tanpa membatasi usia. Media tersebut adalah Edu-Net (Education Network). Web tersebut akan menyediakan begitu banyaknya sumber-sumber yang akan meningkatkan pendidikan kita, baik itu dari SD, SMP, SMA, SMK, bahkan orang dewasa sekalipun. Intinya, bagi setiap yang mau belajar, bisa memanfaatkan media tersebut.

Seni dan Ilmu Mengajar


Seni dan Mengajar...    
Dua hal yang kelihatan sangat bertolak belakang. Tapi pada dasarnya kedua hal ini bergerak dalam satu garis lurus. Seni merupakan sesuatu yang indah, sesuatu yang bisa menarik perhatian. Jadi kenapa mengajar dikatakan seni, pada saat proses belajar mengajar dianggap sebagai sebuah seni, maka dari situ akan muncul perasaan tertarik, dan pada saat itu proses pembelajaran akan terjadi.
Bicara mengenai seni dan mengajar, sekarang ini seperti yang diterapkan di dalam Paedagogi, digunakan sistem "Spreadsheet" dari Edit Grip, dan penggunaan media E-Chat via Forum USU Web Login. Apa hubungannya dengan mengajar dan seni?? Yang dinamakan proses pembelajaran bisa terjadi dimana saja dan materi apa saja. Alasan kedua hal itu dimaksukan ke dalam Paedagogi, yaitu seni mengajar dan anak, karena dalam proses tersebut dilakukan Trial dan Error. Cara yang sering dilakukan oleh anak kan. Jadi walaupun subjek yang belajar sudah dewasa, selama proses pembelajarannya masih seperti anak-anak, maka dapat digolongkan sebagai Paedagogi juga. 
Jadi, pada dasarnya Seni dan Mengajar merupakan konsep yang memiliki arah dan tujuan yang sama, bukan dua hal yang bertolak belakang satu sama lain.
Hint : 
Spread Sheet Edit Grip = Aplikasi diskusi berwujud seperti ME, dengan menggunakan sistem Network
E-chat = Sistem chat dengan menggunakan mode Net,  seperti chat FB, G-Talk, YM